LKPD Abdurrahman Wahid
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
- Sekolah : MTs
Negeri 2 Garut
- Mata Pelajaran
: IPS Terpadu
- Kelas/Semester
: IX / Genap
A. Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang (geografis,
politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari masa awal kemerdekaan sampai
awal reformasi.
4.4 Menyajikan hasil analisis kronologi perubahan dan kesinambungan tersebut.
B. Tujuan
Pembelajaran:
- Mengidentifikasi
kebijakan politik dan ekonomi masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid
Menganalisis dampak positif dan negatif masa Pemerintahan Abdurrahman
Wahid
- Menyajikan
hasil diskusi dalam bentuk laporan sederhana.
C. Materi Pembelajaran
- Materi : Masa Pemerintahan Repormasi (Abdurrahman Wahid)
- Alokasi Waktu :
2 x 20 menit
Presiden
Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, adalah presiden keempat
Indonesia yang dikenal dengan kepemimpinan yang santai, penuh humor, dan
berpihak pada kemanusiaan. Ia menjabat sejak 1999 hingga 2001, pada masa awal
transisi reformasi setelah lengsernya BJ Habibie. Sosok Gus Dur bukan hanya
seorang politisi, tetapi juga tokoh ulama dan pemikir demokrasi yang sangat
dihormati. Sebagai cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ia membawa semangat
toleransi, kebebasan beragama, dan penghargaan terhadap perbedaan ke dalam
kebijakan pemerintahannya. Selama menjabat, Gus Dur berusaha memperkuat
dasar-dasar demokrasi dan hak asasi manusia, meski masa pemerintahannya
terbilang singkat. Artikel ini mengulas biografi, kepemimpinan, dan pemikiran
Gus Dur sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah urutan
presiden Indonesia
Biografi Singkat
Abdurrahman Wahid
Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7
September 1940. Ia berasal dari keluarga ulama besar; kakeknya, KH. Hasyim
Asy’ari, adalah pendiri Nahdlatul Ulama. Pendidikan dasarnya ditempuh di
pesantren, lalu melanjutkan studi ke Mesir (Al-Azhar University) dan Irak
(Universitas Baghdad). Gus Dur dikenal cerdas, memiliki wawasan luas, dan gemar
membaca buku dari berbagai bidang, mulai dari filsafat hingga politik.
Perjalanan
Karier dan Kiprah di Dunia Politik
Sebelum menjadi Presiden, Gus Dur
dikenal sebagai cendekiawan Muslim dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU). Ia
menempuh pendidikan di berbagai negara seperti Mesir, Irak, dan Belanda.
Menurut data Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan NU Online,
Gus Dur menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama tiga periode (1984–1999).
Kepemimpinannya di NU menjadi cikal bakal pengaruhnya di panggung politik
nasional.
Setelah reformasi 1998, Gus Dur
ikut membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjadi salah satu tokoh
penting dalam pemilihan presiden pertama pasca-Soeharto melalui Sidang MPR
1999. Ia kemudian terpilih sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia menggantikan
B.J. Habibie.
Gaya
Kepemimpinan dan Kebijakan Penting
Gaya kepemimpinan Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) dikenal unik, terbuka, dan penuh nilai kemanusiaan. Sebagai Presiden
ke-4 Indonesia, ia tampil tanpa jarak dengan rakyat, sering menyampaikan
pandangan politiknya secara lugas dan diselingi humor yang mencairkan suasana.
Gus Dur memimpin dengan hati dan mengedepankan nilai-nilai pluralisme,
toleransi, serta kebebasan berpikir. Menurut analisis Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) dalam kajian kepemimpinan era reformasi tahun 2001, gaya
kepemimpinan Gus Dur tergolong humanis dan berorientasi pada moral politik yang
menolak otoritarianisme.
Dalam kebijakan pemerintahannya,
Gus Dur dikenal berani melakukan perubahan besar. Ia mencabut larangan
penggunaan simbol dan bahasa Tionghoa melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun
2001, yang menandai lahirnya kembali kebebasan budaya di Indonesia. Selain itu,
ia membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial, dengan alasan
efisiensi serta untuk menghapus warisan birokrasi Orde Baru. Kebijakan
desentralisasi yang dijalankannya melalui UU Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 menjadi
tonggak pelaksanaan otonomi daerah yang masih diterapkan hingga kini.
Di bidang hukum dan hak asasi
manusia, Gus Dur memperkuat demokrasi melalui kebebasan pers dan pembebasan
tahanan politik. Ia juga menempuh jalur dialog untuk menyelesaikan konflik di
Aceh dan Papua, menunjukkan pendekatan damai dan kemanusiaan dalam kepemimpinan.
Menurut catatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan NU Online, Gus Dur
meninggalkan warisan pemikiran bahwa politik seharusnya melayani rakyat, bukan
sebaliknya. Walau masa jabatannya singkat, gaya kepemimpinan dan kebijakan Gus
Dur tetap menjadi pijakan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Akhir
Masa Jabatan dan Kontroversi Politik
Akhir masa jabatan Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden ke-4 Indonesia diwarnai dengan ketegangan
politik dan dinamika pemerintahan yang kompleks. Hubungan antara eksekutif dan
legislatif memburuk akibat sejumlah kebijakan kontroversial seperti pembubaran
departemen lama dan upaya reformasi birokrasi. Situasi memanas setelah muncul
isu Bulog Gate dan Brunei Gate, yang meskipun tidak terbukti secara hukum,
tetap dijadikan alasan politik untuk melemahkan posisinya. Puncaknya terjadi
pada Sidang Istimewa MPR Juli 2001, yang memutuskan pemberhentiannya dan
mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai pengganti. Meski masa pemerintahannya
berakhir singkat, Gus Dur tetap dikenang sebagai tokoh demokrasi yang berani,
pluralis, dan humanis.
Warisan
Pemikiran dan Pengaruh Gus Dur
Setelah tidak lagi menjabat, Gus
Dur terus aktif sebagai tokoh perdamaian dan penulis. Pemikirannya tentang
demokrasi, kemanusiaan, dan toleransi lintas agama menjadi warisan berharga
bagi bangsa. Ia wafat pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan di kompleks
pesantren Tebuireng, Jombang. Hingga kini, nama Gus Dur dikenal sebagai simbol
toleransi dan pluralisme Indonesia.(Ar)
Kegiatan Pembelajaran: Diskusikan permasalahan berikut ini!
Amatilah gambar berikut!
- Siapa tokoh pada gambar tersebut
Jawab:
..............................................................
- Ceritakan kembali sejarah Biografi tokoh di
atas secara singkat, padat dan jelas!
Jawab:
..............................................................
- Apa saja kebijakan Politik dan ekonomi masa
pemerintahan beliau
Jawab:
..............................................................
- Apa yang menjadi
penyebab berahirnya pemerintahan Abdurrahman Wahid Gus Dur?
Jawab:
..............................................................
Komentar
Posting Komentar