PUISI TAHTA

 

1.      Tahta

Aku maju sebagai tentaramu yang teramat lugu

Aku mau kala kau jadikanku pelor penyerang bak mesiu

Aku siap berjuang berkalang tanah bersimbah darah

Namun tatkala lengah aku pula yang kau binasakan

 

Ku rela terkoyak luka saat terhantam senjata

Tamparan demi tamparan kian memusnahkan raga

Ku jalani perjalanan panjang tanpa persinggahan

Perih raga perih hati kujalani tiada henti

 

Kau ibarat raja tak cinta negara hanya menjaga tahta

Ibarat dewa tak patut dipuja karena pendosa

Tak pernah peka  dan meraba rasa manusia

Hanya banggamu yang kau puja sepanjang masa

 

Bagaikan durjana  kau penabur angkara

Perang kau tabuhkan hingga menyala dan kau Bahagia

Tatkala rakyatmu sengsara kau hanya berkata itu biasa

Tak sedikitpun terpancar cinta kasih dan rasa iba

 

Apapun yang ada di depan mata kau jadikan senjata

semua tersingkir  dari jalanmu menuju tujuan nyata

Bila perlu sejuta jalan kau bangun untuk mendapatkannya

Tahta kebahagiaan yang kau angan- angankan 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD KEARIFAN LOKAL

Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

LKPD POTENSI SDA KLS 8