PUISI JENGAH
Jengah
Putaran gangsing di kepala kian memusingkan
Mual muak menyebalkan ingatan
Mata bekunang kepala bebal dengan tumpukan
materi
Kepala pundak seaakan terjejali beban tak berhingga
Menumpuk di pundak sesak tak kuasa tengadah
Kaki terseret tergoyah tergopoh hilang tumpuan
Melangkah tersenggal diantara duri duri pohon
belukar
Darah dan nanah berhias keringat deras
mengguyur tubuh
Tak terhitung peluh berdesahkan keluh
Mengiangkan isak tangis pilu menghiasi lagu
rindu
Rindu akan kebebasan rindu akan kenyamanan dan kebahagiaan
yang hilang terkubur dalam ingatan
Kau gantikan dengan sejuta beban beralaskan
kewajiban
Lumpur tebal menghalangi langkah tersenggal
tak kuasa melewati jeram penuh lubang beracun pahit menggigil
hanya helaan nafas tersenggal menghimpit dada
andai bisa kubangun jiwa tanpa nestapa
pergi menjauh dari himpitan bumi yang kian menindih
terbang di awan gemerlap bintang harapan
menikmati indahnya kedamaian tanpa kekangan
Komentar
Posting Komentar