TERHINDAR MAUT KARENA SAKIT PERUT
TERHINDAR MAUT KARENA SAKIT PERUT
SITI SUMINAR
Bagiku Apa (panggilanku kepada ayahku) adalah sosok
pria yang luar biasa, penuh kasih sayang pada keluarga, selalu senyum hangat
bagi putra putrinya meski hidup dalam segala keterbatasan namun tak pernah
mengeluh karena bermandi peluh, tak pernah menyerah walaupun lelah.
Apa memotivasi
semua anak-anaknya termasuk aku dengan kata-kata dan do’a supaya giat belajar agar
kelak hidup kami lebih baik dari beliau ‘kehidupan anak harus lebih baik dari
orang tuanya’ itu do’anya dan
alhamdulillah terkabul, semua anak Apa jadi pegawai dan istri pegawai.
Semasa hidupnya
Apa penuh semangat untuk membahagiakan anak-anaknya meski bekerja
serabutan, ketika pulang dari kota
disamping membawa buah tangan Apa selalu membuat kejutan bagi kami dengan mengeluarkan uang dari balik
kopeyahnya atau peci hitam yang selalu menghiasi kepalanya. itu diluar uang
pokok untuk disetorkan ke ibu, sehingga kedatangannya sangat ditunggu.
Wajahnya yang tampan dengan pesona hidung mancungnya dan
senyuman yang selalu terukir dari bibirnya siap menyapa semua warga yang
melewati halaman rumah baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak atau pun
orang tua sehingga wajar bila suatu Ketika ibuku cemburu karena kebaikan apa
pada orang lain termasuk lawan jenisnya.
Ketika berkumpul dengan keluarga selalu ada cerita yang menarik untuk disimak dan
jadi bahan pelajaran bagi kehidupan anak-anaknya. Apa pandai melagukan pupuh
sunda dan lagu daerah yang diajarkan
pula pada kami anak-anaknya, jarang marah sehingga sekalinya marah berkata
keras saja aku sampai nangis tak bersuara,
Apa jadi pekerja serabutan setelah berhenti berdagang
antar pulau. Suatu Ketika Apa pernah pergi ke Sumatera untuk berjualan, naik
pesawat yang kemudian dikabarkan jatuh. Saat itu belum seperti sekarang ada HP
mudah untuk berkomunikasi, telponpun jarang yang memiliki, hingga kabar
kecelakaan pun tidak bisa dikonfirmasi. Ibu dan keluarga yang lain fix
menganggap Apaku meninggal dalam kecelakaan jatuhnya pesawat tersebut. Ibuku
sakit keras hingga tak ingat apapun akibat terlalu kehilangan Apa yang
dicintainya. Kurang lebih tiga bulan Apa tiada kabar hingga suatu hari muncul dalam keadaan sehat
wal’afiat membawa hasil berjualan di Sumatera. Ibuku tercengang antara percaya
dan tidak Apa Kembali dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun padahal di
beritakan mati dalam kecelakaan pesawat terbang.
Akhirnya Apa bercerita
kalau Apa selamat dari kecelakaan pesawat dikarenakan Apa tak sempat naik
pesawat tersebut karena mendadak sakit perut dan harus ke toilet, beres dari
toilet ternyata pesawat sudah meninggalkannya. Mungkin Allah berkehendak lain
Apa selamat dari kecelakaan tersebut gara- gara sakit perut. Hal itu membuatku
yakin dan percaya akan takdir Allah, semua sudah ada garis takdirnya jika Allah
berkehendak jadi maka jadilah, seperti Apaku juga yang terhindar dari maut
karena sakit perut. Padahal pada saat itu bisa jadi Apaku kecewa karena
ketinggalan pesawat tapi ternyata Allah menghindarkannya dari kecelakaan maut .
Dan sejak itu ibuku melarang Apa pergi jauh apalagi ke luar pulau.
Itulah hebatnya Apaku
meski bukan pejabat tapi beliau sering bepergian dagang ke luar pulau jawa naik
kapal laut ataupun pesawat udara dengan pengalaman luar biasa banyak cerita suka dan duka ketika di
perantauan, dengan sejuta pesona dan do’a yang terngiang sepanjang masa dalam
ingatan.
Semoga mendapat
kebahagiaan dalam pelukan Rahmat Allah SWT dalam SurgaNya. Aamiin
Profil Penulis:
Nama : Siti Suminar, S.Pd
Tempat, tanggal lahir :
Garut, 12 Juli 1976
Guru Mata Pelajaran IPS
di MTs Negeri 2 Garut, Lulusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI 2000
Beberapa kali bergabung
dengan para penulis membuat buku antologi diantaranya : Destinasi Wisata Keren
Indonesia, Puisi Balada Manusia di Antara, Ketika Hobi Berbuah Manis, Guru
Berkesan Tak Lekang Dari ingatan dll.
Pernah menjadi Wakasek
Kesiswaan dari tahun 2018 hingga tahun 2023
Komentar
Posting Komentar