PERJALANAN SEORANG SQ

 

PERJALANAN SEORANG SQ

Sq adalah nama samaran seorang gadis Belia berusia  18 tahun yang menjalani hidup merantau demi cita-cita tinggi membangun diri supaya bermanfaat bagi negeri….wow kerreeen kan ???

Cita-citanya yang setinggi langit membawa ia mengembara meninggalkan Ema dan apa tercinta dan kini numpang di rumah kakaknya yang baru berumah tangga.

            Sq adalah seorang mahasiswi di Salah satu perguruan Tinggi ternama di Bandung.Tempat tinggal kakanya jauh dari kampusnya sehingga memaksanya untuk berangkat pagi supaya tidak kesiangan. Dengan tergesa setelah sholat subuh ia berangkat, Tanpa sarapan ia bergegas dan Harus berjalan lumayan jauh dari perumahan ke Jalan raya. Dandanan yang eksentrik jauh dari anggun, Barcelana jeans dengan Kaos berkerah sepatu cat bertopi dan tas ransel sungguh jauh dari pakaian yang dianjurkan campus tempat ia kuliah.

            apa daya keadaan tak mendukung Sq berdandan anggun, setiap hari ia harus naik turun bis kota, kadang berdiri gelantungan di dalam bis Karena penuh, bahkan sering harus berlari bersaing berebut tempat duduk dengan penumpang lain. Supaya tidak ditegur atau disuruh keluar saat perkuliahan Sq membawa rok dalam tasnya.

            Hari itu masih terlihat gelap Sq mengabaikan rasa takutnya terus berjalan bergegas karena takut kesiangan, sambil berjalan hatinya bergumam angkot atau biskah yang akan dinaiki supaya cepat sempai tujuan. Media kendaraan tersebut memiliki resiko berbeda, bis Harus nunggu jadwal pemberangkan kalau sudah terlewat yang prrtama ya nunggu pemberangkta berikutnya, kadang penuh harus berdesakan tapi cepat sempai tujuan dan juga murah. Sedangkan angkot banyak tak perlu nunggu lama tapi kadang lelet harus ngetem cari penumpang.

            Tidid-tidid klakson Mobil berbunyi membuat Sq terperanjat kaget. Mobil sedan berwarna hijau tua berhenti mepet menghalangi Jalan hingga Sq tidak bisa lewat. Mata sipitnya melotot seakan bertanya campur kaget. Terdengar suara dari dalam mobil , “de mau ke campus ya ? Yu berangkat bareng” ajak seorang pria dari dalam mobil. Terlihat masih muda kira- kira seusia kakak Sq berseragam dinas seperti pegawai. Sq tersenyum Sambil menggelengkan kepala kemudian berkata,  “Terima kasih Pa, tapi saya jalan kaki saja, Sudha dekat ko”.

“Saya tahu Ade mau ke kampus kita searah gak usah takut yo naik supaya cepat sampai” ajak lelaki tak dikenal sedikit memaksa. Sq tertegun antara mau dan tidak. Mau supaya cepat sempai, tidak mau karena takut, jadi terngiang kata ema yang selalu mengingatkan hati-hati dengan lelaki tak dikenal takutnya jahat kamu harus bisa jaga diri.

 “Ayo” ajak sang pemilik mobil seakan memaksa dan Sq pun seperti uji nyali masuk ke dalam mobil dengan kepala dipenuhi bermacam pemikiran. Dibenaknya ada rasa was -was bagaimana kalau begini begitu terus bergejolak dalam hati Sq , hal tersebut membuatnya terlihat pendiam tak seperti biasa. Sambil memainkan setir mobil pria tak dikenal itu memulai pembicaraan.  “Aku pernah melihat ade beberapa kali seat berpapasan kebetulan hari ini kita searah,jade apa salahnya kita bareng supaya Ada teman ngobrol, kuliah dimana?” tanyanya sambil melirik kearahku. Sambil tetap melihat lurus ke depan Sq menyebutkan nama kampusnya.” Semester berapa?”seperti penasaran lelaki itu bertanya lagi.”Tiga” jawab Sq singkat. “ Cape gak pp tiap hari ?”. “ lumayan, ya dijalani aja nambah pengalaman”. Jawab SQ

Dalam perjalanan lelaki itu terus banyak bertanya tentang siapa SQ, dari mana asal SQ, anak ke berapa dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya enggan untuk SQ jawab, karena sifat asli SQ yang cerewet dan banyak bicara membuatnya ingin bercerita tentang apapun, namun SQ tahan karena ingat apa yang dikatakan emanya yang selalu mengingatkan kalau harus hati hati berbicara dengan orang yang tak dikenal jangan terus terang tentang apapun apalagi masalah alamat, keluarga wah pokoknya tabu untuk dibicarakan.

 SQ mulai resah dan tak enak hati , saat lelaki itu bercerita panjang lebar tentang problem di keluarganya dia memiliki isteri yang sakit hingga tidak bisa melayani lagi sebagai seorang istri,  lelaki dihadapannya seolah memberi isyarat  sedang mencari calon isteri pengganti.

Mendengar cerita lelaki itu bukannya iba hati SQ malah merinding bulu kuduknya . Dasar lelaki semprul tidak setia bukannya isteri sakit itu harusnya disayang, diperhatikan, eh malah kepikiran untuk mencari penggantinya . Emangnya istri itu pakaian bila sudah tidak terpakai cari yang baru yang lama ditinggalkan dasar umpat SQ dalam hati. Mana mau aku dijadikan pengganti tak kepikiran lagi buat nikah boro- boro sama dia yang sudah jelas gak setia dengan yang lain pun belum ada niat.

Tujuan pergi merantau ke kota juga salah satu alasannya karena tidak mau dinikahkan, takut dinikahkan karena teman-teman sebayanya di kampong sudah pada nikah, punya anak, bahkan ada juga yang dinikahkan ketika keluar sekolah dasar. SQ tak terfikir untuk menikah muda dengan siapa lagi taka da pilihan terbaik di kampungnya niat memperbaiki nasib hingga memutuskan untuk pergi ke kota melanjutkan sekolah meski kurang restu ema dan apa karena alasan biaya hingga dia terpaksa numpang di kakaknya yang baru berumah tangga.

Bulu kuduk SQ berdiri karena timbul rasa takut akan hal hal yang tidak diinginkan, bahaya sepertinya mengancam fikirnya. Lamunan SQ tersentak dengan suara disampingnya yang bertanya “ kalau tidak keberatan boleh saya antar sampai kampus?”.

“ Oh gak usah terimakasih cukup sampai terminal saja “ jawab SQ seraya menggerakan lima jarinya tanda jangan sebagai penolakan

“Lho kok gitu, saya tulus kok ingin mengantar ade sampai kampus dari pada naik angkot lama lho sampainya banyak ngtem” paksa lelaki itu terasa menyebalkan bagi telinga SQ

“ Gak usah terimakasih, terimakasih kakak sudah mau mengantarkan saya sampai sini, di depan saya naik angkot saja, kiri ya stop di depan “. SQ memaksa ingin berhenti

“Udah saya antar saja”. Jawab lelaki itu memaksa dan membuat SQ tambah takut.

Mobil terus melaju SQ semakin takut, takut dibawa kabur oleh lelaki yang tak dikenal itu.

“Berhenti Kak, saya mau turun, kalau tidak saya loncat nih”, setengah memaksa dan berteriak SQ membuka kaca mobil pikirnya kalau mobil itu tidak berhenti juga dia akan berteriak dan nekad loncat dari mobil.

Ya Alloh tolong aku, Ema Apa tolong SQ…batin SQ menjerit minta tolong dari segala marabahaya yang terbayang jelas dimata, wah semua kisah kisah horor cerita-cerita kejadian di TV, radio, surat kabar sepertinya menghampiri dan jadi terlihat jelas…oh Tuhan…aku takut tolonglah aku ya Allah bisik hati SQ mulai panik dan ketakutan.

“Eeeee…jangan begitu, tak baik menolak, saya kan serius ingin mengantar sampai kampus”. Paksa lelaki itu membuat SQ jadi hilang kesabaran.

“ Berhenti gak?”.  bentak SQ jadi berani sambil bersiap loncat

“ OK Ok saya berhenti “ sambil menepi lelaki itu sepertinya takut juga dengan kenekatan SQ.

‘ Pulang jam berapa nanti saya tunggu, ini nomor telpon saya, kalau mau bareng lagi pulang telpon saja saya”. sambil senyum dia mengulurkan tangan dan memberi SQ kartu nama.

“ OK, terima kasih “. Setengah loncat SQ cepat keluar dari mobil sedan hijau tua itu

SQ bergegas jalan cepat setengah berlari menuju tempat mangkal angkot menuju kampus, tak terasa air matanya keluar deras di pipi ia usap dengan tisu dan telapak tangannya. Hatinya bergumam terimakasih ya Allah …Kau masih melindungiku dari bujuk rayu lelaki yang tak ku kenal. Tangannya melemparkan kartu nama lelaki tadi

“ Persetan dengan apapun tentang kamu, dalam mimpi pun aku tak mau lagi bertemu denganmu”.

Umpat SQ sambil terisak menangis menyusuri keramaian terminal menuju angkot tujuan kampusnya.

            Sesampainya di angkot SQ masuk dan menghempaskan tubuhnya duduk di pojok paling belakang, sesekali menyeka air matanya yang masih berderai. Seolah tak menghiraukan penumpang lain yang mulai berdatangan. Ia berhenti menangis karena malu banyak yang melihatnya dan seakan terheran apa gerangan yang terjadi.

            SQ marasa kalau kesalahannya hari ini tak terampuni, gara-gara ingin cepat sampai tujuan ia melanggar pepatah ema dan sembarangan numpang ke orang yang tak dikenal, untung saja skenario Alloh masih dalam cerita baik, ia masih bisa terlepas dari mulut harimau berbadan manusia, coba kalau skenarionya horror ihhhhh….serem….SQ merinding, bulu kuduknya seolah berdiri, matanya terpejam bayangan emanya tergambar jelas dalam ingatan, maafkan SQ Ema Apa , terimakasih Ya Alloh kau maha pengasih dan penyayang bagi hambamu ini. SQ terus beristighfar dan mengucap sholawat, dia merasa begitu kecil dan selalu mengharap pertolongan Alloh dalam setiap langkahnya yang sendiri jauh dari orang tuanya.

            Begitu terasa kasih kedua orang tuanya tak terhingga, selama ini SQ tak pernah jauh dari kedua orang tuanya, di rumah bisa dikatakan dia anak manja, disayang, selalu diantar-antar, kini dia sendiri melakukan perjalanan jauh tiap hari, bermandi hujan, debu , dan panas sinar matahari. Kadang itu melelahkan dan menyurutkan semangatnya untuk berjuang tapi tekad kuat ingin memperbaiki hidup dan bisa mengangkat harkat martabat orang tua menjadikannya kuat dan semangat, ya namanya juga hidup sesekali bermandi air mata wajarlah pikir SQ.

            Sambil merenung SQ memperhatikan keadaan sekitar, ternyata angkot sudah penuh berjejal. Mata SQ tertuju pada seorang perempuan cantik berdandan seperti seorang karyawan memakai rok mini rambut terurai dengan tas kecil dan sepatu pantopel warna senada sangat serasi menambah kecantikan perempuan tersebut.

            Perempuan tersebut duduknya terlihat tidak nyaman, sesekali dia menutup roknya yang pendek dengan tas kecilnya duduknya tak bisa miring karena angkot penuh sehingga harus lurus dan otomatis bagian kakinya yang jenjang terlihat hampir seluruhnya, sesekali bagian roknya ditarik – tarik ke bawah supaya menutupi pahanya, tapi  apa daya namanya juga rok mini ya tidak bisa menutupi auratnya. SQ kasihan juga melihatnya tapi ia tak bisa membantu, takut salah juga kalau aku bantu pikirnya, namun jadi bahan pembelajaran juga bagi SQ, untuk berpakaian yang bisa menutup auratnya. Sepertinya teteh cantik di depan SQ salah kostum atau salah naik kendaraan lebih tepatnya, coba kalau naik mobil pribadi tak akanlah dia jadi tontonan banyak orang karena ketidaknyamanannya dalam berpakaian.

            Sampai di suatu tempat angkot yang penuh sesak tersebut tercium aroma bau yang menyengat, hingga terdengar suara - suara yang bergumam hmmm bau.. bau apa ini…?kata penumpang sambil membuka kaca jendela angkot. SQ pun menutup hidungnya para penumpang saling menatap wajah satu sama lain seakan bertanya siapa yang mengeluarkan bau tersebut.

Tiba – tiba terdengar suara dari depan, ternyata sopir angkot setengah berteriak

“ Yang bau mau turun dimana?”. Teriak sang sopir.

“ Siliwangi” jawab perempuan cantik ber rok mini yang sepertinya tanpa sengaja menjawab pertanyaan sang sopir.

Sontak penumpang riuh tersenyum yang punya teman cekikikan tertawa bareng dan SQ juga tak tahan menahan senyum. Hatinya cekikikan tertawa terkekeh, sepertinya kalau ada teman SQ juga ingin tertawa berjamaah. Sambil mamalingkan muka SQ tak bisa menahan tertawa . Sekilas terlihat wajah perempuan seksi berubah menjadi merah dan terlihat sangat malu.

Kenapa menjawab… , dalam hati SQ bergumam, diam aja… toh orang lain juga gak bakalan tahu siapa yang kentut, kentutkan tak berwarna jadi tak terlihat keluarnya dari siapa hahahah… hati SQ tertawa.

            Hilanglah takut dan sedih yang tadi terasa, kini berganti lucu dan geli karena kejadian luar biasa. Ya Allah kasihan sekali perempuan seksi itu, tak terbayang kalau SQ harus mengalami hal tersebut. Untunglah tak lama kemudian perempuan cantik itu sampai di tujuan, dengan bergegas dia cepat keluar dari angkot sambil memberikan uang ongkos ke pak supir yang terlihat nyengir tersenyum sipu menatap yang bergegas berlalu dari jalan . seperti SQ mimpi apa semalam perempuan seksi tadi mengalami kejadian luar biasa, yang tak akan lekang dari ingatan.

            Ya Allah ternyata hidup itu penuh cerita Engkau Yang Maha Hebat dalam membuat skenario kehidupan, ada sedih, ada bahagia, merana, tersiksa, sungguh penuh warna dalam kehidupan. Dalam satu perjalanan saja SQ menghadapi berbagai kejadian apalagi dalam perjalanan kehidupan tentu Allah memberikan berjuta cerita untuk dikenang.

            Sampai di kampus SQ disambut teman- temannya yang sangat baik selama ini padanya teman berbagi suka dan duka yang selalu ada untuknya , dan  mau meneriama SQ apa adanya.

Bersama temannya SQ merasa hidup tanpa beban bisa bercerita sambil berurai tawa dan air mata kejadian hari ini pun SQ ceritakan hingga keluar celoteh dari bibir teman SQ.

“ Untunglah kamu tidak jadi santapan buaya hari ini, Allah sangat sayang sama kamu”. Sambil memeluk dan mengusap-usap rambut SQ.

“ Sebaiknya kamu kost saja supaya hemat waktu dan tenaga” lanjutnya

“ ia tapi tak hemat biaya “ jawab SQ

“ ah sama aja coba hitung berapa ongkos kamu tiap hari belum lagi ya cerita kamu juga akan makin banyak dalam perjalanan, mending kalau ceritanya kentut semua hahaha…, ini kalau cerita buaya uuuhhh serrem kan?.”

“ Hahaha” SQ tertawa lebar seakan bebannya yang tadi pagi berangsur hilang meski kadang terlintas bagaimana nanti pulang? Kejadian apalagi yang akan dia alami pikir SQ dalam hati.

Apapun ceritaku ya Allah tetaplah dekat denganku jangan biarkan aku sendiri tanpa pertolonganMu karena aku sungguh tiada berdaya tanpa kuasa dan pertolonganMU

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD KEARIFAN LOKAL

Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

LKPD POTENSI SDA KLS 8