Perjalanan
dan Rasa Syukurku
Bismillahirrohmanirrohiim,
Menjelang
tengah malam aku terbangun dari tidurku entah mengapa malam ini begitu dingin
dan mencekam , sepertinya Allah sengaja membangunkanku untuk bertasbih dan
mengingat-Nya karena Dia selalu rindu dengan do’a-do’aku, do’a dari hambanya
yang hina dan tak berdaya ini.
Aku
bersyukur dan selalu bersyukur masih dapat merasakan kasih dan sayang Sang Maha
Kuasa pemilik seisi dunia, dengan nikmatnya malam ini aku terbangun dan berada
ditengah orang-orang tersayang dan insyaAllah menyayangiku. Malamku yang dingin
masih dapat berselimut, berkasur lumayan empuk tanpa nyamuk, mumgkin masih
banyak manusia di luar sana yang malam ini kedinginan tidur di luar beratap
langit dan beralas trotoar pinggir jalan atau di kolong jembatan. Ya Allah
terimakasih engkau selalu mendengar setiap do’a-do’aku menjadikan aku manusia
yang bisa hidup layak, semoga terhormat, bermartabat, meski tak sekaya sultan
dan raja yang bertahta serta bergelimang harta.
Dalam
do’a aku bersimpuh tertunduk malu tak berdaya karena merasa tak berguna jadi
manusia yang tidak sempurna dan banyak dosa, dan semoga Allah SWT. mengampuni
semua dosa – dosaku di masa lalu yang membuat ku pilu, dosa seorang manusia
dari berbagai perannya, ketika jadi anak kepada orang tuanya, istri
kepada suaminya, ibu kepada anak-anaknya, adik kepada kakak-kakaknya, peran
pekerjaan dan juga jabatan yang aku jalani. Mungkin diantara semuanya itu aku
pernah menyakiti.
Suara
kereta api tengah malam menderu jelas terdengar, menyadarkanku di malam
sedingin ini ada banyak manusia di luar sana massih beraktifitas baik disenangi
atau tidak yang mungkin juga dilakukan karena tuntutan tugas atau kebutuhan.
Kereta melaju seakan berucap malam ini aku masih terjaga melakukan kewajiban
mengantar manusia sesuai keinginan dan harapan. Jelas terdengar bangga bila
dilihat dari segi kemanfaatan, laju suaranya membawaku melewati bayangan
beberapa perjalanan yang pernah kulakukan.
Aku sering melakukan
perjalanan ke berbagai tempat di sela aktifitas keseharianku yang tuntutanya
beragam bisa karena kebutuhan, tugas, atau sekedar mengisi waktu luang. Berbagai tempat yang telah kudatangi , meski belum keliling dunia tapi lumayan
banyak memberikanku kenangan, ada yang menyenangkan, menyedihkan bahkan ada
juga yang menyeramkan.
Banyak hal yang kunikmati dalam
perjalananku yang bisa menambah rasa syukurku pada kebesaran sang pencipta alam
dunia semesta, diantaranya:
1.
Ketika aku mendatangi tempat yang indah
dengan pemandangan luar biasa bisa memberikanku pelajaran untuk lebih mencintai
alam dan menjaga lingkungan supaya tetap lestari dari hari ke hari sehingga
bisa dinikmati generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Apa
yang kita lihat dan kita rasakan patutnya bisa mereka nikmati jangan hanya dalam cerita dongeng
dan sejarah masa lalu tanpa kenyataan
2.
Betapa
bersyukurnya aku bisa memandang kuasa Allah dalam menciptakan keindahan alam
semesta dengan berbagai keindahan yang ditampakan dari bentukan gunung, laut,
sungai, danau, bahkan bentangan alam dataran rendah yang hijau terhampar luas,
tak henti - hentinya menjadikanku berdecak kagum akan kehebatan luar biasa Sang
Pencipta dalam penciptaan alam semesta,
dan yang paling luar biasa Allah
memberiku pancaindera penglihatan yang mungkin bagi sebagian orang tidak dapat memilikinya
sehingga bertambah besarlah rasa
syukurku dengan semua kenikmatan itu
3.
Saat melakukan perjalanan berbagai hal yang kutemui selalu aku jadikan sebagai
jalan untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Disaat hujan turun aku bersyukur bisa menikmati
guyuran air di luar tanpa basah kuyup kedinginan
karena Allah memberiku kesempatan memiliki kendaraan. Hujan bukan lagi menjadi penghalang dalam
perjalananku.
4.
Berbagai kejadian yang aku alami dalam
perjalanan menjadikan hidupku penuh
warna, dihiasi sedih, bahagia, merana, dan mungkin juga kecewa semuanya menjadi pengalaman yang tak
terlupakan. Aku pernah mengalami kejadian berbau horor karena salah memilih
hotel, nyasar ke tempat menyeramkan karena GPS yang menyesatkan, tertabrak
motor hingga bamper penyok , juga spion hancur karena berpapasan dengan
motor yang ngebut nyalip bis, yang
akhirnya membuatku harus berkelana mencari sparepart mobil menyusuri bengkel
dan showroom dari Garut hingga Bandung menggunakan motor ditengah guyuran hujan
dan berakhir di Jalan Banceuy Bandung.
Bagiku itu pengalaman yang luar biasa. Aku selalu mengambil hikmah dari setiap
kejadian dan untuk menjadikanku bersyukur aku selalu membandingkannya dengan
kejadian yang mungkin lebih buruk lagi dari itu. Karena ketidak berdayaanku aku
selalu berharap Allah selalu melindungi aku dari berbagai marabahaya dan
menyelamatkanku dari mulai berangkat
hingga pulang lagi.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali
dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Perjalanan membuatku selalu mengingat Allah SWT. dan
berharap pertolongan dan perlindungan-Nya
5.
Pergi ke berbagai tempat yang berbeda
budaya, Bahasa, adat kebiasaan, perangai membuatku sadar bahwa kita tercipta
memang dalam keadaan yang berbeda-beda dan itu
menjadikan Indonesia kaya dalam keberagaman , disitu diperlukan
toleransi yang luar biasa. Perbedaan dalam kehidupan hendaknya disyukuri karena
dari perbedaan tersebut kita bisa saling melengkapi , janganlah perbedaan itu menjadi
alat pemecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tetapi jadikan sebagai
kekayaan untuk modal pembangunan negara Indonesia hingga menjadi lebih baik
lagi. Ketika melakukan perjalanan Toleransi pun teruji , dimana kita harus menghormati
pengendara yang lain, tidak memaksakan
kehendak karena jalan bukan hanya milik kita tetapi milik umum. Setiap pengguna
jalan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk taat aturan berlalu lintas
supaya tidak terjadi kecelakaan, jangan sampai karena berbagai alasan menyebabkan kita lupa bertoleransi kepada
orang lain.
6.
Apapun yang aku lihat dalam perjalanan
selalu menjadikanku lebih mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Bertemu
pengamen, peminta – minta, pedagang asongan , anak jalanan, gelandangan dengan
berbagai gaya mereka selalu menambah rasa syukurku dalam menjalani hidup. Aku
merasa betapa Allah mencintaiku dengan segala kasih sayangnya memberiku
kehidupan yang lebih baik hingga aku bisa memberi meski tak seberapa, bersyukur
tanganku ada di atas tidak di bawah dan semoga kasih sayang-Nya abadi sampai
kelak ku mati dalam keadaan terhormat, sukses dunia hingga akhirat aamiin.
Kutatap
anak-anaku yang ada di sampingku kusyukuri juga kasih sayang Allah bagi mereka berada disampingku dengan kasih sayangku
sebagai orang tuanya tak terlantar seperti yang membawa gitar kecil berbaju
lusuh di lampu merah atau yang kerap terlihat bergerombol di pinggir jalan bahkan
naik truk tanpa tujuan. Maka nikmat mana
lagi yang hamba dustakan ya Allah…. Disela - sela pilu perjalanan terucap syukurdari bibirku akan kenikmatan yang kurasakan masih bisa
membelai, memeluk erat anak-anakku, karena di luar sana mungkin banyak orang
tua yang ditinggal atau meninggalkan
anaknya karena terpaksa oleh kenyataan hidup yang dialami. Perih batinku
memikirkan hal itu betapa banyak penderitaan yang terlihat dan mungkin juga
banyak rangkaian penderitaan kelanjutannya.
7.
Ketika melakukan perjalanan atau
travelling memang membutuhkan biaya, semoga Allah tidak memandangku boros
karena selalu aku niatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman. bagiku pengalaman
adalah guru yang sangat berharga, dan aku pun berharap anak-anakku bisa
mendapatkan ilmu serta pengalaman itu sehingga bermanfaat bagi hidupnya kini
dan nanti.
8.
Saat dalam perjalanan kujadikan
kebersamaan sebagai kesempatan untuk berkomunikasi baik dengan keluargaku
terutama anak-anakku. Aku memanfaatkan momen tersebut untuk mengajarkan
berbagai hal terutama pembentukan karakter dimana sopan santun, toleransi,
memberi, rasa syukur, ilmu sosial juga pemerintahan kadang terselip dalam
setiap obrolan. Anakku bangga bercerita
pengalamannya di sekolah, tempat ngaji bahkan kejadian saat sholat berjamaah
dia ceritakan, semua aku nikmati dan semoga menjadikan hubungan yang lebih baik
lagi dalam keharmonisan keluarga kami. Bagiku Bahagia itu sederhana bisa
melihat senyum keluarga itu sudah luar biasa, makan bersama, jajan, jalan-jalan,
bisa berbagi, melihat keramaian, orang dengan beragam gaya, bangunan kuno
hingga modern,juga berbagai hal lainnya, meskipun kadang salah satu dari mereka cemberut karena memperebutkan
sesuatu atau karena ada harapan dalam perjalanan yang tidak terpenuhi, itu
kunikmati juga sebagai bumbu dalam kehidupan sehingga rasanya campur sari ada manis, asem, asin bahkan pahit yang juga harus
kunikmati.
Banyak hal yang bisa dipetik dari
setiap perjalananku tapi yang jelas semua itu selalu menjadikan bertambah rasa
syukurku semoga aku termasuk golongan
orang orang yang mensyukuri nikmat Allah SWT. dan bukan sebaliknya
Qur’an surat Ibrahim ayat 7 berbunyi
وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ
وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ
Dan (ingatlah) ketika
Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan
menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
pasti azab-Ku sangat berat."
Itulah
mengapa aku suka melakukan perjalanan karena dengan perjalanan banyak hal yang
bisa aku pelajari dalam kehidupan dan bisa menambah keimanan serta rasa
syukurku akan nikmat dan karunia yang Allah berikan. Semoga masih banyak
perjalanan yang bisa kunikmati disisa hidup yang aku jalani aamiin ya Allah Ya
Robbal aalamiin
Komentar
Posting Komentar