PUISI SANG DURSASANA
Sang Dursasana
Diambang
ahir perjalanan
Kau
tampakan wajah asli muka dursasana yang penuh murka
Remasan tangan terkepal seakan mencengkram kuat
Mata tajam memandang menusuk lubuk membuatku ambruk
Gigi gigi
gemercit seakan menerkam geram
Wajah membiru
melarutkan pilu membeku
Diam dari
berjuta kata
Tak sepatah
kata bertuah terucap kala berpisah
Kuanggap wajar walau tak layak
Kupandang cukup walau tak patut
Seorang sepertimu pemburu nafsu
Hanya mengabdi pada bisikan bisikan dengki
Dengan
siapa kau berada patutlah kau bersua
Dimana kau tinggal patutlah kau mengenal
Berjuta asa yang kau toreh menjebak kian berdampak
Seperti itulah terlihat sosokmu tampak
Bisikan bisikan yang sampai ditelingamu
Hanya
kata-kata bertuah hasilkan musibah
Dari tutur
raga pincang bermata picik sebelah
Ternyata
bualannyalah yang kau jadikan fatwa kala bertahta
Komentar
Posting Komentar