PUISI MURKA
1.
Murka
tampang menantang bak pejuang siap perang
memandang
mata lekat meluluhkan jiwa
aku terpana
tanpa suara bagai terpenjara
menatap
mulut berbuih mantera kian berbisa
berkali
kucoba bertahan tanpa melawan
berulang
kau terus melakukan tanpa perasaan
kututup mata tapi jelas terbayang dalam kenang
kututup telinga tapi tetap jelas kian terngiang
wahai racun bermangkuk emas belanga
wahai bisa berhias kumbang pesona
aku berharap hilang kelana dosa
aku
mendamba pergi tanpa Kembali
seandainya
bintang rela bertandang
pagi pun
berseri diufuk Mentari
tak perlu
kabut nan menyelimuti
tak butuh mega berarak hitam nan kelam
biarkan fajar bersinar menyapa dunia
abaikan polusi peluit dengki
jasadmu sejuta raga berkalang murka
tancapkan cakar torehkan luka penuh nestapa
Komentar
Posting Komentar