PUISI MENIKAM
1.
Menikam
Kau tebarkan senyum dalam pandangan
Seakan menyapu luapan haru dalam ingatan
Kau tebarkan pesona dalam rangkulan
Seakan hangat dalam buaian kepalsuan
Kau dekap raga hampaku dalam kehangatan
Kau hunus belati
dibaalik genggam tangan terkepal
Dalam kelemahan aku terpedaya tanpa kuasa
Sesaat
terasa tertusuk luka menganga
Tak kuduga
semula karena ku merasa saudara
Tak kira kau tega berbuat laknat nan jahat
Lupakah pada siapa kau lakukan
Tak nampakah aku dalam relung meski saat merenung
Berdesir darahku deras mengalir
Hasilkan pekik meronta didasar jiwa
Mulut menganga tak sanggup keluar kata
Mata terbelalak tumpahkan tangis yang tak kunjung reda
Ada tanya yang tak terjawab
Ada penyesalan buahkan kekecewaan
Mengapa
Itu kau lakukan
Komentar
Posting Komentar