PUISI KASMARAN

 

  Kasmaran

Semburat Merah dipipi jadi tanda ada rasa malu di kalbu

Bagai deburan ombak Lautan gemuruh dada getaran jiwa

Berdegup kencang jantung berpacu seakan lari memburu

Kaku mulut seakan bisu sulit berucap kata terbata bicara

 

Pandangan tertahan enggan mata memandang bayang

Kaki berat melangkah gontai tiada pasti tunjukan arah

Panas mata panas telling serba salah kian terasa gerah

Salah tingkah bagai berdosa kala pujaan menatap wajah

 

Hilang kesadaran diri dibuai lamunan angan pujaan hati

Mata memandang penuh kesan terkesima dalam kekaguman

Semua terasa indah bagai Pelangi tampakkan kilauan warna

Enggan berpulang dalam balutan kasih sayang jiwa kasmaran

 

Hasrat bertemu berbalut rindu layangkan puisi lagu mendayu

Segalanya terlihat menyenangkan saat jiwa dilanda kasmaran

Akankah sampan bersambut dayung harapan nan  jadi kenyataan

Bukan hanya fatamorgana atau lamunan jiwa semata

 

Biarkan Mentari jingga tenggelam dengan lukisan indahnya alam

Biarkan bulan bertandang ditemani taburan berjuta bintang

Jangan biarkan malamku sepi tanpa dihiasi mimpi indah raut wajahmu

Meski hujan jatuh ke bumi  dingin menyelimuti gemercik basahi dedaunan

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD KEARIFAN LOKAL

Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

LKPD POTENSI SDA KLS 8