PUISI CADAS
Cadas
Dasar kau manusia cerdas dengan telunjukmu kau mengukir
cadas
Jangankan batu kekar ponggah menantang, tanah liatpun kau
jadikan tembikar
Aku tahu tanganmu bertuah meski lembut tetap membalut raut
Seolah kau tahan hujatan kebisingan deru roda dalam
ketamakan
Andai jarimu terus berkreasi dunia ku kan terus terinsfirasi
Batu tanah dan semua yang terlihat di bumi kan jadi suatu yang
berarti
Kau tak gunakan mulut untuk bergelut namun isi kepala untuk
berkarya
Bila nanti senja
menuju hari akankah tenggelamkan berserinya Mentari
Apa daya
sang waktu terus memaksa tanahmu tergadai sudah
Dengan
perjanjian sang penguasa bermahkota penuh siasat
Hingga
tanganmu yang kuat penuh mantera bersemangat
Jadi
terkulai lemah tanpa tuah terbelenggu diantara puing penuh debu
Komentar
Posting Komentar