PUISI MENUAI DUKA
Menuai Duka
Merangkai kata pujian untuk sang pujaan
Bak air mengalir bening di sungai tanpa gemercik
Sesaat kupandangi wajahmu nan elok terlihat
Dibelai hembusan angin semilir membuai jiwa
Namun sayang panas Mentari saratkan kilau memukau
Terlalu banyak gelombang lautan kian menghantam
Pesonamu
tak indah lagi dimataku karena terbias
Sosok sosok berbayang mengintaimu dari belakang
Dulu kau kupuja penuh harap berbuah asa
Dulu
kunantikan kata pasti sepatah janji
Namun sepertinya tak kau ungkap karena tiada harap
Hilanglah damba jiwa diujung penantian semu gurauan
Akupun siap berbalik putar Haluan
Karena tak rela jiwa dipertaruhkan kepalsuan
Biar citamu nyata diujung senja berharap bahagia
Meski kau tak peduli jiwa jiwa yang mencinta
Tertutup kabut raut pesona samarkan rasa
Hilanglah jalan yang siap kutempuh berbayang peluh
Tak berguna
bila terus kumemaksa bila tak sempurna
Biar do’a
yang jadi pengantar kau bahagia bersama dia
Komentar
Posting Komentar