PERJALANAN SQ 2

 

Perjalanan SQ 2

Pagi hari ini begitu cerah, Mentari seakan tersenyum ramah menyambut alam dungan segala keramaian ceritanya. SQ bergegas Jalan Tergesa menuju kampus, ia Sekarang kost di sebuah rumah kost husus putri tak jauh dari kampusnya sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

            Sesampainya di kampus SQ disambut Hani dan teman yang lainnya bercengkrama hingga bel masuk berbunyi, meski terkesan periang mendekati centil dan lumayan bawel Ketika belajar SQ termasuk mahasiswi yang tahu diri ia tak pernah berulah macam-macam dan selalu serius dalam belajar.

Matanya seakan tak pernah lepas memperhatikan dsen Ketika menerangkan, kadang membuat jengkel temannya karena meski diajak ngbrl SQ tak bergeming memperhatikan penjelasan dosen yang sedang menjelaskan, matanya seakan tak lepas terus memperhatikan Gerakan mulut badan ataupun mimic wajah orang di depan, dia tak pernah pandang bulu memilih siapa yang mengajar yang penting dia serius dan tidak main-main dalam belajar. Baginya ilmu adalah sesuatu yang penting dari siapapun dia senang berguru.

Suatu Ketika Dosen PAI mengajukan pertanyaan kepada SQ,” jika engkau harus memilih antara kekasih dengan orang tua mana yang akan kau pilih? dan sebutkan apa alas an dari pilihan tersebut!”

“ ini pendapat kan pa? kalaupun salah pendapat saya tidak apa – apa?” SQ balik bertanya

“tentu, silahkan anda kemukakan pendapat anda” jawab dsen tersebut

“ kalau saya disuruh memilih antara kekasih dengan rang tua tentu saja saya akan memilih rang tua saya, apa ema bagi saya beliau adalah segalanya saya sudah yakin bahwa beliaulah yang paling sayang terhadap saya, saya dilahirkan hakikatnya leh Allah SWT syariatnya leh ibu saya, saya dirawat dibesarkan dengan penuh kasih sayang, dipelihara dididik dan diarahkan dalam kehidupan, difasilitasi meski dalam keadaan serba terbatas ayah ibu saya selalu berusaha memenuhi kebutuhan saya tanpa Lelah dan tak pernah perhitungan kepada saya, sepertinya jangankan harta benda nyawa pun rela dikrbankan untuk saya anaknya, tak pernah hitung rugi berapa banyak yang telah mereka keluarkan untuk membesarkan dan mendidik saya anaknya tanpa pamrih, balas budi, dan balas jasa , baginya kebahagiaan saya adalah segalanya meski harus ditukar dengan mengekang kebahagiaan mereka orang tua saya”. Agak tersendat suara SQ tertahan ditengorokan. Tangisnya pecah terdengar isak yang tersendat dan tertahan. Sejenak hening ruangan seakan terbawa dan terhanyut leh kata kata SQ.

“selain itu Allah berfirman ridholloh waridhol walidain, shuknulloh washuknul walidain , yang artinya ridhonya Allah karena ridhonya orang tua dan murkanya Allah karena murkanya orang tua. Karena hal tersebut saya berharap caln suami atau kekasih saya adalah yang mendapat restu orang tua karena saya pun berharap ridhanya Allah SWT”. tandas SQ

“Kenapa saya tidak memilih kekasih karena yang Namanya kekasih belum tentu jadi suami, bisa jadi Allah berkehendak lain dia bukan jodoh saya, di dunia ini banyak yang bisa jadi kekasioh sedangkan orang tua kita pastilah satu ayah dan ibu secara bilogis. Kekasih belum pasti menyayangi kita, baru bertemu tidak dari kecil, sayangnya mereka mungkin karena pamrih, bisa jadi sayangnya karena kita cantik, menarik, dan juga alasan lain yang mungkin tidak tulus dunia akhirat, jangan sampai kasih sayang rang yang baru kita kenal mengalahkan kasih sayang rang yang sudah lama kita kenal dan kita rasakan”. Pungkas SQ

“ OK SQ, terimakasih, jawaban yang Panjang lebar dan cukup masuk akal juga disertai dalil dalil yang dapat dipercaya, semga kita bisa konaah menjalankannya, tepuk tangan untuk SQ”. seraya bertempuk tangan dosen tersebut menutup perkuliahannya.

            Alhamdulillah… dalam hati SQ bergumam, Bersama yang lain SQ pun bersiap untuk pulang. Hari ini SQ punya rencana pergi ke suatu tempat untuk membeli sepatu pesanan tetangga dan teman sekampusnya. Sambil kuliah SQ belajar berjualan memanfaatkan uang beasiswa yang diperolehnya dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhka. Alhamdulillah SQ terbantu uang beasiswanya SQ jadikan modal untuk berjualan dan bisa menambah penopang hidupnya selama kuliah.

            SQ berjualan sepatu dan baju sambil kuliah, target pasarnya adalah teman dan tetangganya bahkan juga dosen. Mulanya jualan malu malu apalagi menawarkan ke dsen tapi Ketika suatu hari SQ sedang menawarkan barang dagangannya di HIMA ada dsen yang memperhatikan dari jauh dan mendekati SQ sambil bertanya kepada SQ

“ Berapa harga sepatu yang ini?” tanya dsen kepada SQ

“ 225 ribu pa “ jawab SQ malu

“ Bapak pesan satu, jangan lupa datang ke rumah bapa ya sekalian tunjukan gambarnya ke ibu supaya memilih satu yang ibu sukai”. Tandas pa dosen.

“siap Pak” jawab SQ penuh semangat

“ Saya senang melihat mahasiswi yang belajar berwira usaha, produktif tidak hanya tergantung pada kiriman orang tua, yo yang lain ikuti apa yang dilakukan SQ jadilah mahasiswa yang bisa berkarya berguna minimal untuk diri sendiri maksimal bisa membantu rang tua” kata pa dosen semangat memotivasi.

            SQ bertambah semangat untuk berjualan ia giat sepulang kuliah berbelanja ke pasar baru untuk membeli pakaian dan ke Cibaduyut membeli sepatu.

Suatu hari Ketika SQ pulang kuliah ia bergegas naik bis kota jurusan leuwi Panjang, baginya berdesakan dan berdiri di dalam bis itu hal biasa panas bising tak dihiraukan yang penting cepat sampai tujuan. Sampai di Leuwi Panjang ia harus melanjutkan lagi perjalanan dengan naik angkot jurusan Cibaduyut. SQ masuk ke dalam angkot dengan tergesa tanpa melihat sekeliling angkot duduk di tempat duduk yang masih kosong, posisi duduk SQ berada tepat berhadapan dengan seorang lelaki, baru saja SQ duduk dia dikagetkan oleh sesuatu yang Nampak terlihat dihadapannya.SQ tak dapat berkata-kata  mata melotot mulut menganga seakan melihat hantu tengah malam bahkan lebih mungkin. SQ kaget luar biasa, lelaki dihadapannya memperlihatkan kemaluannya sambil senyum menyeringai seperti rang gila

            Selama hidup SQ tak pernah nonton blue film atau membaca novel berbau porno, kemaluan loaki laki yang pernah ia lihat hanya milik ponakannya yang masih kecil jadi pas melihat insiden tersebut SQ sampai tercengang tak bergeming. SQ bingung sambil memperhatikan wajah dan danan lelaki dihadapannyayang tersenyum menyeringai menurut SQ gilakah rang tersebut? Tapi bajunya bersih tak nampak seperti orang gila tapi kenapa ia begitu? SQ heran kaget tapi mulutnya tak dapat berteriak tubuhnya menggigil seakan kaku ingin teriak tapi tak keluar suara, ya Allah… batinnya memhon pertlongan supaya diselamatkan.

            Pantas saja SQ baru sadar melihat ibu-ibu disampingnya yang duduknya miring menghindari arah lelaki di depan SQmungkin mereka tahu juga kelakuan lelaki aneh tersebut kenapa harus dia duduk tepat di depan lelaki aneh itu… bisiknya hatinya kecewa. Tak lama kemudian turunlah si lelaki aneh tersebut dari angkot sambil senyum senyum menyebalkan membuat uluh hati SQ terasa mual. Rasanya ingin sekali SQ muntah tak tahan melihat perangai yang menyebalkan. Sampai di tempat tujuan SQ seperti orang linglung takt ahu apa yang harus dilakukan, ingin nangis tapi kenapa harus nangis, ingin teriak tapi tak kuasa keluar suara, hanya air mata yang berderai tak tertahan berlomba keluar tangisnya tertahan tersedu – sedu di dalam matanya terus terbayang tak bisa hilang seakan terus melekat tak bisa terhapus dari mata, untung saja lelaki gila itu tak melakukan penyerangan hanya memperlihatkan kemaluannya pada SQ ya Allah… melihatnya saja SQ takut seakan trauma apalagi krban perksaan ya Allah selamatkanlah hambamu dari segala kejahatan manusia.. huhuhu…..SQ terus menangis tak peduli lagi banyak mata memandangnya.

            Akhirnya SQ pulang ke kostan tak jadi belanja sambil terus terisak . sampai beberapa hari SQ tak selera makan atau minum rasa mual terus ia rasakan terus dihantui apa yang ia lihat di angkot beberapa hari ke belakang. Teman kostannya bertanya ada apa SQ murung terus sepertinya ada masalah, akhirnya SQ menceritakan kejadian di angkot ada orang gila yang memamerkan kemaluannya. Teman SQ cekikikan dan menghibur dengan gurauan “wah mimpi apa kamu dapat anugerah atau musibah, ya kalo sengaja melihat yang gituan kan dosa, ini bukan kamu yang minta toh dia pamer sama kamu, udah jangan dipikirkan jaman sekarang  memang orang gila dimana mana ada, yang sabar ya…banyak istighfar saja Allah masih melindungi kamu untung saja dia gak nyerang kamu “ sambil mengelus Pundak SQ temannya menghibur dan menentramkan SQ

            SQ dan temannya belum beranjak Ketika datang teman kstannya satu lagi sambil nimbrung berbicara “eh teman satu Angkatan aku apalagi kemarin nangis di kampus karena naik bis kta duduk di sisi jalan lewat dalam keadaan berdesakan penuh ada laki-laki yang menggesekan kemaluannya ke bagian pundaknya dikira karena bis oleng eh tak tahunya jilbabnya basah padahal dia jilbaber hijabnya saja sampai menjuntai gak tahu diri tuh orang gila masih mending kalau lihat yang sexi inikan tertutup tak terlihat aurat kok bisa- bisanya dilecehkan”. Dengan wajah geram teman SQ menunjukan kejengkelannya.

            Hari berlalu sudah hampir seminggu dari insiden di angkot tersebut SQ berangsur pulih dari traumanya namun ia jadi penasaran apa sebenarnya yang dialami orang gila tersebut apakah memang gila atau ada alas an lain yang membuatnya nekat melakukan hal tersebut dikeramaian.SQ berusaha mencari referensi hingga menemukan sumber bacaan dan ternyata dari sumber bacaannya terbukti bahwa rang tersebut bukan rang gila namun rang yang mengalami penyakit penyimpangan seksual

 (Abidin, 2017)          

            Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku seksual yang menyimpang atau parafilia. Sebagian ahli berpendapat bahwa kelainan perilaku seksual disebabkan oleh trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual. Ada pula yang mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan saraf di otak. Atas dasar itu, perilaku menyimpang seksual biasanya ditangani dengan konseling dan terapi untuk mengubah perilakunya. Obat juga bisa digunakan untuk membantu proses itu. Sebab, tak menutup kemungkinan jika seseorang memiliki lebih dari satu perilaku seksual yang menyimpang.

Perilaku menyimpang ini perlu mendapat penanganan dengan segera, sebelum pelakunya menyakiti diri sendiri atau menimbulkan masalah hukum. Sebab, di berbagai negara, beberapa jenis perilaku menyimpang seksual dianggap tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana. Lalu, apa saja yang dianggap sebagai kelainan seksual? Dikutip dari situs yourtango, berikut perilaku-perilaku yang dianggap kelainan seksual antara lain:  

 Ekshibisionisme Pelaku cenderung ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan dengan perilakunya(Yarza & Kartikawati, 2019). Pelaku merasakan kenikmatan seksual bila korbannya terkejut saat ia beraksi. Misalnya, dengan memperlihatkan alat kelamin atau bahkan masturbasi di tempat umum. Dalam ekshibisionisme, cenderung tak ada kontak fisik, apalagi seksual antara pelaku dan korban. Nah mungkin inilah yang dialami orang yang melakukan insiden di angkot yang dialami SQ

   Voyeurisme Pelaku mendapat kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mandi, ganti pakaian, tanpa busana, atau beraktivitas seksual. Tak menutup kemungkinan kalau si pelaku melakukan masturbasi ketika mengintip korban. Pada perilaku ini, si pelaku tidak bertujuan menjalin kontak seksual dengan korban.  

Froteurisme Pelakunya mendapat kepuasan seksual dengan menggesekkan kelamin pada tubuh orang yang tak dikenal. Dalam kebanyakan kasus, pelaku terdorong untuk melakukannya di tempat umum yang penuh sesak seperti bus atau kereta. Perilaku ini cenderung mengundang masalah hukum karena terjadi kontak alat kelamin tanpa izin. Nah ini mungkin rang yang melakukan pelecehan di bis yang dialami teman kampus teman kos nya SQ

  Paedofilia Pelaku memiliki fantasi, ketertarikan, bahkan melibatkan aktivitas seksual dengan anak di bawah usia 13 tahun. Perilaku tersebut antara lain memaksa anak menonton si pelaku yang sedang masturbasi, memegang kelamin anak, sampai melakukan hubungan seksual dengan si anak. Banyak kasus paedofilia terjadi pada keluarga sendiri. Si pelaku menjadikan anak atau anggota keluarga lain sebagai korban.

  Sadomasokis Pelaku mendapat kepuasan seksual dari rasa sakit. Rasa sakit akibat kekerasan verbal atau non-verbal yang sengaja disebabkan oleh diri sendiri atau disebabkan oleh pasangan. Kata-kata kasar dan makian merupakan kepuasan seksual bagi si pelaku. Aktivitas seksual yang dilakukan sering kali menyerempet bahaya. Misalnya, mencekik hingga tubuh mencapai kondisi kekurangan oksigen dengan tujuan mencapai orgasme. Tindakan memukul, mengiris, gigitan, diikat, mencekik, bahkan dicambuk yang berbahaya justru menjadi kepuasan tersendiri bagi si pelaku. Biasanya sudah ada kesepakatan di antara pasangan tersebut untuk melakukan aktivitas seperti ini. Hingga pelaku jarang terjerat masalah hukum.   Sadisme Pelaku mendapat kepuasan seksual ketika menyiksa pasangannya. Penderitaan fisik atau psikologis pasangan akan membawa kesenangan bagi si pelaku. Penderitaan korban bukan motif si pelaku. Rasa sakit korban juga tak meningkatkan gairah si pelaku. Orang dengan kelainan ini merasa dirinya berkuasa atas pasangannya. Tujuannya adalah berkuasa sehingga tak jarang terjadi pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Pada kasus ekstrem, kematian pasangan akan membawa kegembiraan bagi si pelaku.  

 Transvetitisme Pelaku adalah pria heteroseksual yang mendapat kepuasan seksual dengan berdandan sebagai wanita. Dandanan tersebut bisa cukup hanya mengenakan pakaian wanita, bisa juga berdandan dengan make-up hingga menata rambut.  

 Nekrofilia Pelaku mendapat kepuasan seksual ketika melakukan aktivitas seksual pada mayat. Parafilia jenis ini jarang ditemukan atau diungkap ke umum.  

 Zoofilia Pelaku mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Tak sebatas fisik, pelaku juga menjalin hubungan emosi dengan binatang tersebut. Ini yang membedakannya dengan beastiality.

  Beastiality Pelaku mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Perilaku ini hanya sebatas kontak fisik, tanpa melibatkan hubungan emosi.  

“Ya Alloh… menyeramkan semoga kita terhindar dari semua penyakit penyimpangan ini dan semoga tulisan ini bermanfaat supaya kita bisa berhati-hati dan terhindar dari berbagai bahaya akibat kontak atau bergaul dengan orang terutama yang belum kita kenal.Lindungi kami semua ya Allah” bisik lirih hati SQ.

SQ timbul kepenasaranannya dengan hal yang ia pelajari tentang penyimpangan sek sual tersebut, “Bagaimana cara menanggulangi dan menghindari penyimpangan tersebut”. Gumam hati SQ. Ia terus belajar dan mencari jawaban dari pertanyaan - pertanyaan hatinya hingga menemukan jawaban dari beberapa sumber yang jadi referensinya. Ahirnya ia tahu bahwa

Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt sebagai psikolog klinis yang paham terhadap kesehatan mental seseorang mengatakan bahwa kecanggihan teknologi sekarang dapat memudahkan seseorang mendapatkan paparan atau tema seksual di dunia maya(Iswidharmanjaya, 2014)

Jika ingin melindungi keluarga terutama anak dari hal hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan penyimpangan seksual maka harus melakukan hal-hal berikut ini:

1. Mengajarkan pendidikan seks sesuai usia anak

Pendidikan seks menjadi sesuatu yang penting diperkenalkan kepada anak-anak, namun tetap perlu disesuaikan dengan usianya. Pendidikan seks ini nantinya akan menjadi bekal tersendiri sebagai sebuah pengetahuan di masa depan. 

Sumber pertama pendidikan seks untuk anak-anak memang harus dari orangtua, sebelum si Anak mencari informasi tersebut sendiri. 

Tak jarang rasa penasaran membuat anak cenderung mencari informasi dari teman sebaya atau sumber-sumber lain yang belum tentu akurat. Hal ini perlu dicegah agar meminimalisir dampak buruk yang mungkin saja terjadi, seperti penyimpangan seksual. 

Menurut Alexa, orangtua perlu mengajarkan terkait kesehatan reproduksi dan seksual kepada masing-masing anaknya. Mulailah dari bagian-bagian tubuh yang boleh dan memang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Terkait pendidikan seks, orangtua perlu mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan agar anak juga semakin paham. 

"Kemudian, selalu ingatkan anak untuk berkata ‘tidak’ jika diiming-imingi hadiah atau diajak ke suatu tempat oleh orang yang tidak dikenal. Jangan lupa mengajarkan anak untuk melaporkan peristiwa apa saja yang mereka alami setiap hari," jelas Alexa. 

2. Mengajarkan anak untuk berani menolak dan mengatakan kata "tidak"

Anak-anak akan tumbuh menjadi makhluk sosial yang perlahan akan bersosialisasi dengan banyak orang. Hanya saja perlu diingat bahwa tidak semua orang memiliki maksud dan tujuan yang baik (Amini, 2008).

Orangtua perlu memahami bahwa kata-kata penolakan perlu diajarkan kepada anak agar terhindar dari kejahatan atau seseorang dengan penyimpangan seksual. 

“Ajarkan anak untuk mengatakan tidak, jelaskan bahwa mereka boleh menolak apa yang membuatnya merasa tidak nyaman. Ini perlu diajarkan kepada si Anak untuk keamanan dan terhindari dari tindakan yang tak diinginkan,” kata Alexa. 

Penolakan tersebut bisa diterapkan bila ada orang asing yang bertingkah aneh, bahkan berusaha untuk memberikan iming-iming agar tujuannya dapat tercapai.

3. Berikan informasi kepada anak terkait ciri-ciri predator seksual

Istilah predator seksual memang cukup melekat untuk seseorang yang diartikan suka merendahkan orang lain dari caranya saat berusaha mendapatkan kontak secara seksual. 

Demi terhindar dari berbagai penyimpangan seksual, anak-anak perlu memahami tanda bahaya yang dapat terjadi di sekelilingnya. Ini bisa membantu anak lebih peka serta langsung mengambil tindakan saat berada di situasi tersebut. 

"Orangtua perlu memberikan informasi pada anak tentang adanya bahaya-bahaya yang bisa terjadi di sekeliling, seperti ciri-ciri kondisi yang perlu diwaspadai," kata Alexa.

Anak  perlu mewaspadai kondisi-kondisi tertentu, misalnya saja ada orang asing yang terlihat sangat tertarik terkait pembicaraan mengenai masalah seksual. Bahkan pelaku cukup senang melontarkan candaan-candaan yang berbau seksual atau tidak segan untuk menyentuh lawan jenis dengan alasan candaan.

Selain itu, jelaskan pada anak untuk menghindari orang asing yang terlihat terlalu baik walaupun baru kenal atau tidak terlalu mengenalnya. Apalagi jika sudah tidak lagi sungkan untuk menawarkan hal-hal yang personal (mengantar pulang, menemani ketika sendiri dan melakukan beberapa hal yang janggal). 

Meski anak-anak perlu diberikan edukasi, Alexa mengingatkan agar orangtua tidak perlu terlalu menceritakannya dengan menyeramkan. 

"Kita bisa menggunakan cerita atau mendongeng dengan tokoh-tokoh yang anak kenali (sebagai si Jahat dan si Baik)," ujar Alexa.

4. Menciptakan kedekatan hubungan yang baik bersama anak

Memiliki kedekatan hubungan yang baik bersama anak memang perlu diusahakan oleh orangtua. Orangtua perlu tetap menjaga komunikasi secara intens setiap hari karena ini berguna untuk mengetahui keadaan dan perasaan anak(Karyanawati, 2022) .

Semakin baik hubungan komunikasi di dalam keluarga, anak akan terbiasa bercerita kepada orangtuanya tanpa ragu-ragu tentang apa yang sedang dihadapi saat ini. Segala sesuatu akan diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Apalagi kalau sudah bersifat seperti sebuah ancaman yang bisa merugikan dirinya.

Komunikasi yang berkualitas juga akan mengajarkan si Anak untuk mau berkata jujur dengan perasaannya sendiri. Jangan sampai anak tumbuh tanpa adanya komunikasi dengan baik karena ini akan membuat karakternya menjadi pribadi yang tertutup.

5. Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik

Demi melindungi anak-anak dari predator seksual, orangtua perlu menjadi pendengar yang baik. Demi menciptakan hubungan yang hangat memang dibutuhkan komunikasi dua arah. Ini berarti orangtua tidak hanya memberikan instruksi kepada anak saja, namun juga bersikap sebagai pendengar yang baik dan memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi oleh anak(Magdalena, 2010).

"Selalu hargai anak bila ia menceritakan sesuatu atau berkata jujur. Hindari menunjukkan respon yang marah dan cemas secara berlebihan karena hanya akan membuat anak takut," kata Alexa. 

Alexa pun berharap agar orangtua perlu mendorong anak-anak lebih terbuka terhadap segala pengalaman yang dirasakannya. Setidaknya ini akan membantu orangtua memahami perasaan anak. "Dengan begitu, orangtua tetap bisa menjaga dan mensupervisi hal-hal yang dialami anak," tutup Alexa.

Itulah beberapa penjelasan yang disampaikan oleh Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt sebagai psikolog klinis agar para orangtua bisa lebih waspada terhadap segala pelaku penyimpangan seksual di sekitar anak. 

 

 

 

Abidin, A. A. (2017). Perilaku Penyimpangan Seksual dan Upaya Pencegahannya di Kabupaten Jombang. PROSIDING, 1(7), 545–563.

Amini, T. Y. S. J. (2008). Bullying: mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar anak. Grasindo.

Iswidharmanjaya, D. (2014). Bila Si Kecil Bermain Gadget: Panduan bagi orang tua untuk memahami factor-faktor penyebab anak kecanduan gadget (Vol. 1). Bisakimia.

Karyanawati, A. P. (2022). Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. IAIN Ponorogo.

Magdalena, M. (2010). Melindungi anak dari seks bebas. Grasindo.

Yarza, H. N., & Kartikawati, E. (2019). Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dalam mencegah penyimpangan seksual. Sarwahita, 16(01), 75–79.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD KEARIFAN LOKAL

Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

LKPD POTENSI SDA KLS 8