PERJALANAN SQ 2
Perjalanan SQ 2
Pagi
hari ini begitu cerah, Mentari seakan tersenyum ramah menyambut alam dungan
segala keramaian ceritanya. SQ bergegas Jalan Tergesa menuju kampus, ia Sekarang
kost di sebuah rumah kost husus putri tak jauh dari kampusnya sehingga bisa
ditempuh dengan berjalan kaki.
Sesampainya di kampus SQ disambut Hani dan teman yang
lainnya bercengkrama hingga bel masuk berbunyi, meski terkesan periang
mendekati centil dan lumayan bawel Ketika belajar SQ termasuk mahasiswi yang
tahu diri ia tak pernah berulah macam-macam dan selalu serius dalam belajar.
Matanya
seakan tak pernah lepas memperhatikan dsen Ketika menerangkan, kadang membuat
jengkel temannya karena meski diajak ngbrl SQ tak bergeming memperhatikan
penjelasan dosen yang sedang menjelaskan, matanya seakan tak lepas terus
memperhatikan Gerakan mulut badan ataupun mimic wajah orang di depan, dia tak
pernah pandang bulu memilih siapa yang mengajar yang penting dia serius dan
tidak main-main dalam belajar. Baginya ilmu adalah sesuatu yang penting dari
siapapun dia senang berguru.
Suatu
Ketika Dosen PAI mengajukan pertanyaan kepada SQ,” jika engkau harus memilih
antara kekasih dengan orang tua mana yang akan kau pilih? dan sebutkan apa alas
an dari pilihan tersebut!”
“ ini pendapat kan pa?
kalaupun salah pendapat saya tidak apa – apa?” SQ balik bertanya
“tentu, silahkan anda
kemukakan pendapat anda” jawab dsen tersebut
“ kalau saya disuruh
memilih antara kekasih dengan rang tua tentu saja saya akan memilih rang tua
saya, apa ema bagi saya beliau adalah segalanya saya sudah yakin bahwa
beliaulah yang paling sayang terhadap saya, saya dilahirkan hakikatnya leh
Allah SWT syariatnya leh ibu saya, saya dirawat dibesarkan dengan penuh kasih
sayang, dipelihara dididik dan diarahkan dalam kehidupan, difasilitasi meski
dalam keadaan serba terbatas ayah ibu saya selalu berusaha memenuhi kebutuhan
saya tanpa Lelah dan tak pernah perhitungan kepada saya, sepertinya jangankan
harta benda nyawa pun rela dikrbankan untuk saya anaknya, tak pernah hitung
rugi berapa banyak yang telah mereka keluarkan untuk membesarkan dan mendidik
saya anaknya tanpa pamrih, balas budi, dan balas jasa , baginya kebahagiaan
saya adalah segalanya meski harus ditukar dengan mengekang kebahagiaan mereka orang
tua saya”. Agak tersendat suara SQ tertahan ditengorokan. Tangisnya pecah
terdengar isak yang tersendat dan tertahan. Sejenak hening ruangan seakan
terbawa dan terhanyut leh kata kata SQ.
“selain itu Allah
berfirman ridholloh waridhol walidain, shuknulloh washuknul walidain , yang
artinya ridhonya Allah karena ridhonya orang tua dan murkanya Allah karena
murkanya orang tua. Karena hal tersebut saya berharap caln suami atau kekasih
saya adalah yang mendapat restu orang tua karena saya pun berharap ridhanya
Allah SWT”. tandas SQ
“Kenapa saya tidak
memilih kekasih karena yang Namanya kekasih belum tentu jadi suami, bisa jadi
Allah berkehendak lain dia bukan jodoh saya, di dunia ini banyak yang bisa jadi
kekasioh sedangkan orang tua kita pastilah satu ayah dan ibu secara bilogis.
Kekasih belum pasti menyayangi kita, baru bertemu tidak dari kecil, sayangnya
mereka mungkin karena pamrih, bisa jadi sayangnya karena kita cantik, menarik,
dan juga alasan lain yang mungkin tidak tulus dunia akhirat, jangan sampai
kasih sayang rang yang baru kita kenal mengalahkan kasih sayang rang yang sudah
lama kita kenal dan kita rasakan”. Pungkas SQ
“ OK SQ, terimakasih,
jawaban yang Panjang lebar dan cukup masuk akal juga disertai dalil dalil yang
dapat dipercaya, semga kita bisa konaah menjalankannya, tepuk tangan untuk SQ”.
seraya bertempuk tangan dosen tersebut menutup perkuliahannya.
Alhamdulillah… dalam hati SQ bergumam, Bersama yang lain
SQ pun bersiap untuk pulang. Hari
ini SQ punya rencana pergi ke suatu tempat untuk membeli sepatu pesanan
tetangga dan teman sekampusnya. Sambil kuliah SQ belajar berjualan memanfaatkan
uang beasiswa yang diperolehnya dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang
membutuhka. Alhamdulillah SQ terbantu uang beasiswanya SQ jadikan modal untuk
berjualan dan bisa menambah penopang hidupnya selama kuliah.
SQ
berjualan sepatu dan baju sambil kuliah, target pasarnya adalah teman dan
tetangganya bahkan juga dosen. Mulanya jualan malu malu apalagi menawarkan ke
dsen tapi Ketika suatu hari SQ sedang menawarkan barang dagangannya di HIMA ada
dsen yang memperhatikan dari jauh dan mendekati SQ sambil bertanya kepada SQ
“ Berapa harga sepatu yang ini?” tanya dsen kepada SQ
“ 225 ribu pa “ jawab SQ malu
“ Bapak pesan satu, jangan lupa datang ke rumah bapa
ya sekalian tunjukan gambarnya ke ibu supaya memilih satu yang ibu sukai”.
Tandas pa dosen.
“siap Pak” jawab SQ penuh semangat
“ Saya senang melihat mahasiswi yang belajar berwira
usaha, produktif tidak hanya tergantung pada kiriman orang tua, yo yang lain
ikuti apa yang dilakukan SQ jadilah mahasiswa yang bisa berkarya berguna
minimal untuk diri sendiri maksimal bisa membantu rang tua” kata pa dosen
semangat memotivasi.
SQ
bertambah semangat untuk berjualan ia giat sepulang kuliah berbelanja ke pasar
baru untuk membeli pakaian dan ke Cibaduyut membeli sepatu.
Suatu hari Ketika SQ pulang kuliah ia bergegas naik
bis kota jurusan leuwi Panjang, baginya berdesakan dan berdiri di dalam bis itu
hal biasa panas bising tak dihiraukan yang penting cepat sampai tujuan. Sampai
di Leuwi Panjang ia harus melanjutkan lagi perjalanan dengan naik angkot
jurusan Cibaduyut. SQ masuk ke dalam angkot dengan tergesa tanpa melihat
sekeliling angkot duduk di tempat duduk yang masih kosong, posisi duduk SQ
berada tepat berhadapan dengan seorang lelaki, baru saja SQ duduk dia
dikagetkan oleh sesuatu yang Nampak terlihat dihadapannya.SQ tak dapat
berkata-kata mata melotot mulut menganga
seakan melihat hantu tengah malam bahkan lebih mungkin. SQ kaget luar biasa,
lelaki dihadapannya memperlihatkan kemaluannya sambil senyum menyeringai
seperti rang gila
Selama
hidup SQ tak pernah nonton blue film atau membaca novel berbau porno, kemaluan
loaki laki yang pernah ia lihat hanya milik ponakannya yang masih kecil jadi
pas melihat insiden tersebut SQ sampai tercengang tak bergeming. SQ bingung
sambil memperhatikan wajah dan danan lelaki dihadapannyayang tersenyum
menyeringai menurut SQ gilakah rang tersebut? Tapi bajunya bersih tak nampak
seperti orang gila tapi kenapa ia begitu? SQ heran kaget tapi mulutnya tak
dapat berteriak tubuhnya menggigil seakan kaku ingin teriak tapi tak keluar
suara, ya Allah… batinnya memhon pertlongan supaya diselamatkan.
Pantas
saja SQ baru sadar melihat ibu-ibu disampingnya yang duduknya miring
menghindari arah lelaki di depan SQmungkin mereka tahu juga kelakuan lelaki
aneh tersebut kenapa harus dia duduk tepat di depan lelaki aneh itu… bisiknya
hatinya kecewa. Tak lama kemudian turunlah si lelaki aneh tersebut dari angkot
sambil senyum senyum menyebalkan membuat uluh hati SQ terasa mual. Rasanya
ingin sekali SQ muntah tak tahan melihat perangai yang menyebalkan. Sampai di
tempat tujuan SQ seperti orang linglung takt ahu apa yang harus dilakukan,
ingin nangis tapi kenapa harus nangis, ingin teriak tapi tak kuasa keluar
suara, hanya air mata yang berderai tak tertahan berlomba keluar tangisnya
tertahan tersedu – sedu di dalam matanya terus terbayang tak bisa hilang seakan
terus melekat tak bisa terhapus dari mata, untung saja lelaki gila itu tak
melakukan penyerangan hanya memperlihatkan kemaluannya pada SQ ya Allah…
melihatnya saja SQ takut seakan trauma apalagi krban perksaan ya Allah
selamatkanlah hambamu dari segala kejahatan manusia.. huhuhu…..SQ terus
menangis tak peduli lagi banyak mata memandangnya.
Akhirnya SQ pulang ke kostan tak jadi belanja sambil
terus terisak . sampai beberapa hari SQ tak selera makan atau minum rasa mual
terus ia rasakan terus dihantui apa yang ia lihat di angkot beberapa hari ke
belakang. Teman kostannya bertanya ada apa SQ murung terus sepertinya ada
masalah, akhirnya SQ menceritakan kejadian di angkot ada orang gila yang
memamerkan kemaluannya. Teman SQ cekikikan dan menghibur dengan gurauan “wah
mimpi apa kamu dapat anugerah atau musibah, ya kalo sengaja melihat yang gituan
kan dosa, ini bukan kamu yang minta toh dia pamer sama kamu, udah jangan
dipikirkan jaman sekarang memang orang
gila dimana mana ada, yang sabar ya…banyak istighfar saja Allah masih
melindungi kamu untung saja dia gak nyerang kamu “ sambil mengelus Pundak SQ
temannya menghibur dan menentramkan SQ
SQ dan temannya belum beranjak Ketika datang teman
kstannya satu lagi sambil nimbrung berbicara “eh teman satu Angkatan aku
apalagi kemarin nangis di kampus karena naik bis kta duduk di sisi jalan lewat
dalam keadaan berdesakan penuh ada laki-laki yang menggesekan kemaluannya ke
bagian pundaknya dikira karena bis oleng eh tak tahunya jilbabnya basah padahal
dia jilbaber hijabnya saja sampai menjuntai gak tahu diri tuh orang gila masih
mending kalau lihat yang sexi inikan tertutup tak terlihat aurat kok bisa-
bisanya dilecehkan”. Dengan wajah geram teman SQ menunjukan kejengkelannya.
Hari berlalu sudah hampir seminggu dari insiden di angkot
tersebut SQ berangsur pulih dari traumanya namun ia jadi penasaran apa
sebenarnya yang dialami orang gila tersebut apakah memang gila atau ada alas an
lain yang membuatnya nekat melakukan hal tersebut dikeramaian.SQ berusaha
mencari referensi hingga menemukan sumber bacaan dan ternyata dari sumber
bacaannya terbukti bahwa rang tersebut bukan rang gila namun rang yang
mengalami penyakit penyimpangan seksual
(Abidin, 2017)
Ada banyak
hal yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku seksual yang menyimpang atau
parafilia. Sebagian ahli berpendapat bahwa kelainan perilaku seksual disebabkan
oleh trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual. Ada pula yang
mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan saraf di otak. Atas dasar
itu, perilaku menyimpang seksual biasanya ditangani dengan konseling dan terapi
untuk mengubah perilakunya. Obat juga bisa digunakan untuk membantu proses itu.
Sebab, tak menutup kemungkinan jika seseorang memiliki lebih dari satu perilaku
seksual yang menyimpang.
Perilaku menyimpang ini
perlu mendapat penanganan dengan segera, sebelum pelakunya menyakiti diri
sendiri atau menimbulkan masalah hukum. Sebab, di berbagai negara, beberapa
jenis perilaku menyimpang seksual dianggap tindakan kriminal dan dapat dijatuhi
hukuman pidana. Lalu, apa saja yang dianggap sebagai kelainan seksual? Dikutip
dari situs yourtango, berikut perilaku-perilaku yang dianggap kelainan seksual antara
lain:
Ekshibisionisme
Pelaku cenderung ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan
dengan perilakunya(Yarza &
Kartikawati, 2019). Pelaku merasakan kenikmatan seksual bila
korbannya terkejut saat ia beraksi. Misalnya, dengan memperlihatkan alat
kelamin atau bahkan masturbasi di tempat umum. Dalam ekshibisionisme, cenderung
tak ada kontak fisik, apalagi seksual antara pelaku dan korban. Nah mungkin
inilah yang dialami orang yang melakukan insiden di angkot yang dialami SQ
Voyeurisme Pelaku mendapat
kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mandi, ganti pakaian,
tanpa busana, atau beraktivitas seksual. Tak menutup kemungkinan kalau si
pelaku melakukan masturbasi ketika mengintip korban. Pada perilaku ini, si
pelaku tidak bertujuan menjalin kontak seksual dengan korban.
Froteurisme Pelakunya mendapat
kepuasan seksual dengan menggesekkan kelamin pada tubuh orang yang tak dikenal.
Dalam kebanyakan kasus, pelaku terdorong untuk melakukannya di tempat umum yang
penuh sesak seperti bus atau kereta. Perilaku ini cenderung mengundang masalah
hukum karena terjadi kontak alat kelamin tanpa izin. Nah ini mungkin rang yang
melakukan pelecehan di bis yang dialami teman kampus teman kos nya SQ
Paedofilia
Pelaku memiliki fantasi, ketertarikan, bahkan melibatkan aktivitas seksual
dengan anak di bawah usia 13 tahun. Perilaku tersebut antara lain memaksa anak
menonton si pelaku yang sedang masturbasi, memegang kelamin anak, sampai
melakukan hubungan seksual dengan si anak. Banyak kasus paedofilia terjadi pada
keluarga sendiri. Si pelaku menjadikan anak atau anggota keluarga lain sebagai
korban.
Sadomasokis
Pelaku mendapat kepuasan seksual dari rasa sakit. Rasa sakit akibat kekerasan
verbal atau non-verbal yang sengaja disebabkan oleh diri sendiri atau
disebabkan oleh pasangan. Kata-kata kasar dan makian merupakan kepuasan seksual
bagi si pelaku. Aktivitas seksual yang dilakukan sering kali menyerempet
bahaya. Misalnya, mencekik hingga tubuh mencapai kondisi kekurangan oksigen
dengan tujuan mencapai orgasme. Tindakan memukul, mengiris, gigitan, diikat,
mencekik, bahkan dicambuk yang berbahaya justru menjadi kepuasan tersendiri
bagi si pelaku. Biasanya sudah ada kesepakatan di antara pasangan tersebut
untuk melakukan aktivitas seperti ini. Hingga pelaku jarang terjerat masalah
hukum. Sadisme Pelaku mendapat kepuasan seksual ketika menyiksa
pasangannya. Penderitaan fisik atau psikologis pasangan akan membawa kesenangan
bagi si pelaku. Penderitaan korban bukan motif si pelaku. Rasa sakit korban
juga tak meningkatkan gairah si pelaku. Orang dengan kelainan ini merasa
dirinya berkuasa atas pasangannya. Tujuannya adalah berkuasa sehingga tak
jarang terjadi pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Pada kasus ekstrem, kematian
pasangan akan membawa kegembiraan bagi si pelaku.
Transvetitisme Pelaku adalah pria
heteroseksual yang mendapat kepuasan seksual dengan berdandan sebagai wanita.
Dandanan tersebut bisa cukup hanya mengenakan pakaian wanita, bisa juga
berdandan dengan make-up hingga menata rambut.
Nekrofilia Pelaku mendapat
kepuasan seksual ketika melakukan aktivitas seksual pada mayat. Parafilia jenis
ini jarang ditemukan atau diungkap ke umum.
Zoofilia Pelaku mendapat
kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Tak sebatas fisik, pelaku juga menjalin
hubungan emosi dengan binatang tersebut. Ini yang membedakannya dengan
beastiality.
Beastiality Pelaku mendapat
kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Perilaku ini hanya
sebatas kontak fisik, tanpa melibatkan hubungan emosi.
“Ya
Alloh… menyeramkan semoga kita terhindar dari semua penyakit penyimpangan ini
dan semoga tulisan ini bermanfaat supaya kita bisa berhati-hati dan terhindar
dari berbagai bahaya akibat kontak atau bergaul dengan orang terutama yang
belum kita kenal.Lindungi kami semua ya Allah” bisik lirih hati SQ.
SQ
timbul kepenasaranannya dengan hal yang ia pelajari tentang penyimpangan sek
sual tersebut, “Bagaimana cara menanggulangi dan menghindari penyimpangan
tersebut”. Gumam hati SQ. Ia terus belajar dan mencari jawaban dari pertanyaan
- pertanyaan hatinya hingga menemukan jawaban dari beberapa sumber yang jadi
referensinya. Ahirnya ia tahu bahwa
Alexandra Gabriella A., M.Psi,
Psi., C.Ht, C.ESt sebagai psikolog klinis yang paham terhadap kesehatan mental
seseorang mengatakan bahwa kecanggihan teknologi sekarang dapat memudahkan
seseorang mendapatkan paparan atau tema seksual di dunia maya(Iswidharmanjaya,
2014).
Jika ingin melindungi keluarga
terutama anak dari hal hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan penyimpangan
seksual maka harus melakukan hal-hal berikut ini:
1. Mengajarkan
pendidikan seks sesuai usia anak
Pendidikan seks menjadi sesuatu yang penting diperkenalkan kepada
anak-anak, namun tetap perlu disesuaikan dengan usianya. Pendidikan seks ini nantinya akan menjadi bekal
tersendiri sebagai sebuah pengetahuan di masa depan.
Sumber pertama pendidikan seks untuk anak-anak memang harus dari orangtua, sebelum si Anak
mencari informasi tersebut sendiri.
Tak jarang rasa penasaran
membuat anak cenderung mencari informasi dari teman sebaya atau sumber-sumber
lain yang belum tentu akurat. Hal ini perlu dicegah agar meminimalisir dampak
buruk yang mungkin saja terjadi, seperti penyimpangan seksual.
Menurut Alexa, orangtua perlu mengajarkan terkait kesehatan reproduksi
dan seksual kepada masing-masing anaknya. Mulailah dari bagian-bagian tubuh
yang boleh dan memang tidak boleh disentuh oleh orang lain.
Terkait pendidikan seks, orangtua perlu mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan agar anak
juga semakin paham.
"Kemudian, selalu ingatkan anak untuk berkata ‘tidak’ jika
diiming-imingi hadiah atau diajak ke suatu tempat oleh orang yang tidak
dikenal. Jangan lupa mengajarkan anak untuk melaporkan peristiwa apa saja yang
mereka alami setiap hari," jelas Alexa.
2. Mengajarkan anak
untuk berani menolak dan mengatakan kata "tidak"
Anak-anak
akan tumbuh menjadi makhluk sosial yang perlahan akan bersosialisasi dengan
banyak orang. Hanya saja perlu diingat bahwa tidak semua orang memiliki maksud
dan tujuan yang baik (Amini,
2008).
Orangtua
perlu memahami bahwa kata-kata penolakan perlu diajarkan kepada anak agar
terhindar dari kejahatan atau seseorang dengan penyimpangan seksual.
“Ajarkan anak untuk mengatakan
tidak, jelaskan bahwa mereka boleh menolak apa yang membuatnya merasa tidak
nyaman. Ini perlu diajarkan kepada si Anak untuk keamanan dan terhindari dari
tindakan yang tak diinginkan,” kata Alexa.
Penolakan
tersebut bisa diterapkan bila ada orang asing yang bertingkah aneh,
bahkan berusaha untuk memberikan iming-iming agar tujuannya dapat tercapai.
3. Berikan informasi kepada anak terkait ciri-ciri
predator seksual
Istilah predator seksual memang cukup melekat untuk seseorang yang
diartikan suka merendahkan orang lain dari caranya saat berusaha mendapatkan
kontak secara seksual.
Demi terhindar dari
berbagai penyimpangan seksual, anak-anak perlu memahami tanda bahaya yang dapat
terjadi di sekelilingnya. Ini bisa membantu anak lebih peka serta langsung
mengambil tindakan saat berada di situasi tersebut.
"Orangtua perlu memberikan informasi pada anak
tentang adanya bahaya-bahaya yang bisa terjadi di sekeliling, seperti ciri-ciri
kondisi yang perlu diwaspadai," kata Alexa.
Anak perlu mewaspadai kondisi-kondisi tertentu,
misalnya saja ada orang asing yang terlihat sangat tertarik terkait pembicaraan
mengenai masalah seksual. Bahkan pelaku cukup senang melontarkan
candaan-candaan yang berbau seksual atau tidak segan untuk menyentuh lawan
jenis dengan alasan candaan.
Selain itu, jelaskan pada
anak untuk menghindari orang asing yang terlihat terlalu baik walaupun baru
kenal atau tidak terlalu mengenalnya. Apalagi jika sudah tidak lagi sungkan
untuk menawarkan hal-hal yang personal (mengantar pulang, menemani ketika sendiri
dan melakukan beberapa hal yang janggal).
Meski anak-anak perlu
diberikan edukasi, Alexa mengingatkan agar orangtua tidak perlu terlalu
menceritakannya dengan menyeramkan.
"Kita bisa menggunakan cerita atau mendongeng
dengan tokoh-tokoh yang anak kenali (sebagai si Jahat dan si Baik)," ujar
Alexa.
4. Menciptakan
kedekatan hubungan yang baik bersama anak
Memiliki
kedekatan hubungan yang baik bersama anak memang perlu diusahakan oleh
orangtua. Orangtua perlu tetap menjaga komunikasi secara intens setiap
hari karena ini berguna untuk mengetahui keadaan dan perasaan anak(Karyanawati,
2022) .
Semakin
baik hubungan komunikasi di dalam keluarga, anak akan terbiasa bercerita kepada
orangtuanya tanpa ragu-ragu tentang apa yang sedang dihadapi saat
ini. Segala sesuatu akan diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Apalagi kalau sudah bersifat seperti sebuah ancaman yang bisa merugikan
dirinya.
Komunikasi
yang berkualitas juga akan mengajarkan si Anak untuk mau berkata jujur dengan
perasaannya sendiri. Jangan sampai anak tumbuh tanpa adanya komunikasi
dengan baik karena ini akan membuat karakternya menjadi pribadi yang tertutup.
5. Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik
Demi melindungi anak-anak
dari predator seksual, orangtua perlu menjadi pendengar yang baik. Demi
menciptakan hubungan yang hangat memang dibutuhkan komunikasi dua arah. Ini berarti orangtua tidak hanya memberikan
instruksi kepada anak saja, namun juga
bersikap sebagai pendengar yang baik dan memberikan solusi atas segala
permasalahan yang dihadapi oleh anak(Magdalena, 2010).
"Selalu hargai anak bila ia menceritakan
sesuatu atau berkata jujur. Hindari menunjukkan respon yang marah dan cemas secara
berlebihan karena hanya akan membuat anak takut," kata Alexa.
Alexa pun berharap agar
orangtua perlu mendorong anak-anak lebih terbuka terhadap segala pengalaman
yang dirasakannya. Setidaknya ini akan membantu orangtua memahami perasaan
anak. "Dengan begitu, orangtua tetap bisa menjaga dan mensupervisi hal-hal
yang dialami anak," tutup Alexa.
Itulah beberapa penjelasan yang disampaikan oleh
Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt sebagai psikolog klinis agar
para orangtua bisa lebih waspada terhadap segala pelaku penyimpangan seksual di
sekitar anak.
Abidin,
A. A. (2017). Perilaku Penyimpangan Seksual dan Upaya Pencegahannya di
Kabupaten Jombang. PROSIDING, 1(7), 545–563.
Amini,
T. Y. S. J. (2008). Bullying: mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan
sekitar anak. Grasindo.
Iswidharmanjaya,
D. (2014). Bila Si Kecil Bermain Gadget: Panduan bagi orang tua untuk
memahami factor-faktor penyebab anak kecanduan gadget (Vol. 1). Bisakimia.
Karyanawati,
A. P. (2022). Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di
Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. IAIN Ponorogo.
Magdalena,
M. (2010). Melindungi anak dari seks bebas. Grasindo.
Yarza,
H. N., & Kartikawati, E. (2019). Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja
dalam mencegah penyimpangan seksual. Sarwahita, 16(01), 75–79.
Komentar
Posting Komentar