PUISI KABAR
1.
kabar
Hai apa kabarmu kawan?
masihkah kau memeluk kepedihan
masihkah kau bergelut kepiluan
tatkala asa dan nyata berbenturan
aku tahu hatimu seluas samudera di lautan
aku yakin jiwamu berlimpah kasih dan sayang
namun mengapa kasih tak kau dapatkan
mengapa tak kau temui kesempatan
terkenang aku akan matamu yang berlinang
saat ku genggam tangan dalam pelukan
terbata kata yang kau ucapkan perlahan
mengapa hamba yang harus menjadi korban
asamu mengukir kemandirian beruntai pujian
dambamu bisa meraih bintang nan cemerlang
hanya beban dipundak yang
tidak sepadan
menghimpit
hingga raga tak bisa bangkit
biarkan
pedihmu menjadi medali pujian
biarkan bebanmu
menjadi tangga kemuliaan
kelak
kaukan dapatkan keridhoan Tuhan
di setiap
helaan nafas yang kau hembuskan
Butiran keringat yang kau cucurkan
Kepalan tangan kayuhan perjuangan
Suatu masa
akan lantang bicara pada dunia akulah sang dharma
Komentar
Posting Komentar